Berkata darinya bahwa aku tidak takut ketinggian
Matikan lampunya, akan kau dapati aku lurus tenang menyeberang jalan
Mata ayahnya bilang jangan lagi lewat trotoar di jam-jam malam
Kemudian Ia semakin kuat lantas terlepas diam-diam
Mawar, lebih berduri tapi ditanam juga. Kasa terbaik untuknya yang terus mengaku peka cahaya. Namanya juga bunga, meski diremuk nyatanya tetap wangi-wangi saja.
Wanita, tidak pernah menjadi lagu lama bagi Ayah dan Ibunya. Semakin sembunyi semakin dunia ingin menarik kain hijabnya. Kecil dulu musik-musik tidak berarti demi mendengar tangis dan bau sabun dari kening dan telapaknya. Tumbuh remaja dengan duri kemudian mekar juga kelopak-kelopaknya. Tak lama lagi menjadi rumah bagi kasih suaminya, menjadi surga bagi anak-anaknya, dan menjadi kursi untuk duduk kedua orangtuanya. Sama saja, Ia tidak tau akan bersemi di teras siapa, tapi yang pasti, takdir Tuhannya selalu baik dan akan indah pada musimnya.

Komentar
Posting Komentar