Jarum jam di hari-hariku sudah berputar seperti itu selama hampir tiga bulan. Naik ke lantai dua kosan untuk mencari garis-garis sinyal berharap menjadi setidaknya empat garis 3G, syukur-syukur kalau 4G. Aplikasi ojek online adalah keempat yang paling sering kubuka setelah WhatsApp, Google, dan Instagram. Kalau berangkat lebih pagi aku masih bisa berangkat bersama Irma yang katanya harus makan tepat waktu itu. Menu sarapannya bisa ditebak. Nasi goreng, soto, sayur asam. Malamnya berganti ke mie ayam, bakso, geprek. Siang masih untung kami dipersilahkan ke ruang makan dengan menu zig-zag yang bervariasi. Kemeja putih ini membuatku perlahan lupa hari. Diam-diam sudah tanggal 22 maret saja. Seingatku baru kemarin aku duduk di ruang rapat sepanjang hari memikirkan Indonesia dengan calon presiden nomor satu atau nomor dua. Membantu rekap surat-surat lalu kembali duduk lagi. Hingga tersadar tinggal empat hari masa training ini selesai, aku masih sempat membeli dua bungkus nasi ...