Setelah sekian hari yang kukira tak akan pernah menulis lagi, *** Ya Allah, bagaimanakah menjadi seorang Istri itu? Apakah menjadi seorang Istri berarti selalu memutar kunci dan membuka pintu untuk menjadi yang pertama kali dilihat oleh Suaminya ketika pulang? Apakah itu berarti aku harus mengisi meja dengan nasi setiap hari agar tak perlu lagi lelakiku berpikir makanan apa kiranya yang menjadi menunya hari ini dan esok hari? Apakah menjadi Istri artinya Abi bukan lagi menjadi imam bagiku dan Ibuku di rumah kami? Bagaimana sebenarnya menjadi seorang Istri itu? Lalu, Bagaimana kiranya menjadi seorang Ibu? Apakah Ia adalah seorang wanita yang pasti selalu mensyukuri nikmat dari pemberian Rabb-nya? Apakah Ia adalah seorang wanita yang pantang patah dan menangis demi anaknya tak menjadi serentan dirinya? Dan, apakah seorang Ibu adalah Ia yang tak pernah memaksa anaknya untuk melepas genggaman tangan dan menutup telinga dari tangisannya demi harus segera kembali berang...