“Lupa adalah benang dari-Nya untuk menjahit luka yang sudah seharusnya ditutup” *** Tentu semua ada asalnya. Termasuk bagaimana bisa siswi SMA jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial justru benci bersosialiasi, mengerjakan tugas kelompok sendiri, susah tertawa, dan banyak diamnya. Masih jelas sekali tentang janji latihan pukul satu siang tapi mereka tak nampak-nampak juga. Aku yang sulit memaklumi itu langsung ambil setir dan pulang tanpa memberi toleransi sepuluh atau lima belas menit kepada anggota drama kelas tiga itu. Beberapa orang yang sudah datang dan melihatku pulang mungkin bingung kenapa kami malah bertemu di arah jalan yang berlawanan. Sudahlah. Aku pulang. Sedikit yang aku ingat saat itu aku menangis saja di kamar setelahnya. Ayah Ibu bertanya kenapa tapi pasti memahami bahwa mereka tidak akan mendengar apa jawabannya. Tak lama, datang rombongan kawan latihan yang menanyakanku pada mereka. Kenapa pulang? Kenapa tidak latihan? Dan kenapa aku? Aku tidak suka mengatu...