Pagi itu sama seperti pagi yang dulu-dulu, bangun dengan disambut langit-langit genting yang sama, celotehan yang sama, dan rutinitas yang sama pula. Rasanya pagiku panjang sekali dengan mengaduk-aduk air di bak mandi dan meniup busa-busa sabun setiap hari. Saat itu aku bertanya kenapa mereka meminta kami mewarnai dan bernyanyi-nyanyi di kelas karena itu susah sekali. Padahal menjadi murid TK adalah kelas terbaik untuk bermain-main yang baru kusadari hari ini. Kewajibannya hanya makan dan tidur siang, setelahnya terserah aku mau lepas berenang ke sungai mana saja meskipun tidak mungkin karena berenangpun aku tak bisa. Aku yang kecil itu mengaduk pasir dengan sendok dapur bersama para tetangga yang menyapu setiap pagi dan sore, mengaji kemudian, menyapu lagi, lalu tau-tau menikah saja. Mereka berumah tangga, membangun rumah di sebelah rumah orangtuanya, kemudian anak-anaknya menyapu-menyapu juga seperti ibunya. Menikahlah anak-anak mereka dan memb...