Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Arang Masa Lalu

Jadi apa cita-cita kawan dulu?, Pohon Sekitar pukul sebelas siang di bawah pohon mangga yang sama, seseorang tidak punya dan tidak tau apa cita-citanya. Saat itu kakaknya pergi bermain bersama-sama dengan sebayanya. Sambil berlutut di tengah jalan, pasir yang dipikir sudah menjadi kue itu dilebur lagi untuk selanjutnya dijadikan kue lagi. Kemudian dilebur lagi dan begitu terus sampai perintah tidur siang terdengar pelan-pelan. Setelah satu dua kali pura-pura tidak peduli, barulah seketika ia berdiri dengan setengah hati sebelum teriakan itu berubah menjadi amukan.  Bocah kecil setinggi tulang perutku itu berkulit gelap dan mempunyai lingkar lengan tidak lebih besar dari panjang kelingkingku. Karena rumah teman-teman sekolahnya tidak dekat, ia lebih memilih bermain dengan sendok-sendok dapurnya. Bermain dengan geng kakak perempuannya adalah ide yang buruk. Terakhir dulu ia ke sana sini mengambil karet, disuruhnya lagi mengambil lidi, begitu saja hingga ia sadar bahwa dirinya hanya m...