Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Andai

Kepadamu,               Dua puluh satu tahun kami jalan dan tumbuh dengan petuah kami sendiri. Melihat, mendengar, menahan dan mengartikan semuanya sendiri. Menjadi berandal, tersesat, kemudian lama mencari-cari arah pulang kami. Lihat Mbak Ul, dia sangat keras kepala. Sekeras Ia ingin bermain padahal seharusnya tidur siang. Sekeras Ia enggan mendengarku dan menggambar-gambar petanya sendiri. Kerasnya Ia membuatnya begitu tangguh dan mampu membuatku berseragam seperti sekarang ini. Tapi  aku akan bercerita tentang Mbak Ul lain kali.  Ruangan bising sekali. Sound speaker di tengah-tengah nyaring dengan lagu-lagu acak yang membuat mereka bernyanyi. Exhaust masih mengisap putaran asap wangi-wangi tembakau dari pagi sampai pagi lagi. Suara tertawa, pantofel, bunyi klik komputer, tarikan kertas-kertas printer, dan aku malah sedih sendiri.  Punggung banyak membungkuk, paham seribu kata tapi hanya ...