Seperti berlari delapan puluh kilometer per jam, bukankah dunia begitu cepat? Televisi masih tentang iklan-iklan handphone dengan iming-iming kamera canggih yang tak ada habisnya. Kiri-kananku juga tetap sibuk memilih warna sepatu apa bagusnya yang akan mereka pesan di situs belanja online. Hari ini koran hampir pensiun, sesekali masih digunakan untuk mengusir lalat yang mendarat di dagangan ayam bakar depan kos. Ketika alat-alat doraemon perlahan menjadi nyata, aku masih di sini dengan segaris sinyal 4G. Dunia, aku rindu masa lalu. Masa ketika aku berkali-kali menjawab pertanyaan Dora saat ia bingung harus ke gunung atau ke hutan. Masa ketika tabung televisi masih membuat kami menonton dengan damai tanpa berebut remote karena memang tak ada remote-nya. Ruang tamu nenek riuh karena para tetangga yang juga sepupuku membawa sepupu-sepupunya. Dunia, apakah kau tau? Dulu aku tidur sembarangan dimana saja dan mem...