Sore. Lagu-lagu ini terdengar dari entah toa mana. Khas sekali, dengan seruling pendek di awalnya. Biasanya ini bagian dari gejala hajatan tetangga. Mereka, anak-anak kecil yang baru pulang mengaji Iqro jilid satu hingga lima itu, mencari-cari arah toa-nya. Entah mereka dihimbau untuk datang atau sekadar turut bersama ayah ibunya ke hajatan, yang jelas di bayangannya hanya bungkusan kresek yang kadang berwarna hitam, belang merah-putih, hingga ungu dengan bunga putihnya. Acara dimulai, mereka bercanda. Masuk ke acara inti, mereka sudah tak dijumpai lagi wujudnya. Sampai di sesi pembagian bungkusan, mendadak ruangan penuh dengan mereka yang tadi hilang dan tau-tau ada. Pernah kulihat empunya rumah tak tau mau apa karena tangan yang menjulur meminta bungkusan lebih banyak dari bungkusan yang ada. alhasil karena para belia itu masih belum paham dunia, jadilah tuan rumah hanya membagikan uang seadanya. Kemudian muncul peristiwa dimana yang mendapat bungkusan memilih untuk menuk...