Masa kecil dulu aku bahkan tidak tau kalau suatu saat nanti harus bekerja. Beberapa yang aku tau hanyalah harus selalu bangun pagi untuk sekolah setiap hari. Kami membaca, menulis, mewarnai, dan menghafal banyak lirik lagu bukan karena kami ingin menjadi guru. Pun bukan karena kami punya cita-cita. Ayah memintaku sekolah, maka aku harus sekolah. Seolah ia tau suatu hari nanti aku akan bertemu dengan setumpuk tugas-tugasku hari ini ditambah dua tumpuk tugas-tugas mereka. Masa kecil dulu bahkan tidak menyangka ada suatu tempat bernama Jakarta. Kukira batas dunia hanya berupa dinding rumah, jalanan tetangga, sampai bangunan sekolah saja. Berlari-lari di jalan yang sama seratus kali hingga tersesat sekalipun kami pasti bisa pulang sendiri. Ternyata, setelah jawa masih ada Indonesia, setelah Indonesia masih ada Amerika, lalu masih ada Bumi, Matahari, Bimasakti, sampai entah dimana ujungnya. Seandainya dulu cepat memahami bahwa aku sekecil ini, mungkin aku tidak akan berang...